::HELLOMAHESI- BEAUTY BLOGGER::

INDONESIA BEAUTY, FOOD, TRAVEL BLOGGER

Wednesday, September 18, 2019

Tentang Papua Nugini dan harapan untuk sampai di Perbatasan


Jalan jalan menjadi kegiatan melepas penat yang menurut saya wajib dilakukan. Karena, rutinitas harian, hiruk pikuk kesibukan, ocehan orang yang tidak sengaja terdengar sungguh mempengaruhi kesehatan jiwa raga kita sebagai manusia. Saya pribadi membagi kegiatan jalan jalan menjadi 2 macam, yaitu: Metime rutinan serta dulin adoh. Metime rutinan adalah kegiatan jalan jalan ringan yang tidak membutuhkan banyak tagihan seperti: berenang, jalan jalan di Mall—serius!jalan jalan aja g perlu borong semua, yaaaah… kalau ada rezeki ya boleh lah beli mikap hahahah— atau senam dilanjut maskeran. Pokoknya metime rutinan  ini ampuh buat menghilangkan penat setelah seharian beraktifitas.

berbeda dengan dulin adoh, jalan jalan yang satu ini bisa dibilang sudah direncanakan jauh jauh hari baik destinasinya, budgetnya, teman temannya, akomodasi dll. Dan buat kalian para pecinta travelling pasti punya dong destinasi wisata impian *emot ketawa. Suatu kali saya terperanggah dengan ujaran salah seorang teman ”pokok e aku kudu nang raja ampat sak durunge rabi ambek kanca kancaku” (pokoknya, saya harus bisa pergi ke Raja Ampat sebelum menikah bareng sama teman temanku). Weeh..boleh juga nih impiannya pikirku. Semua orang bebas menentukan impiannya, termasuk kita kan?

Sejak dulu saya sangat exited dengan destinasi baru plus ragam budayanya. Suatu hari kalau saya mempunyai kesempatan dulin adoh lagi, saya berharap bisa naik pesawat ke daerah jauh ujung timur Indonesia, tentu saja! Merauke sampai Papua Nugini. Saya kira menelisik daerah daerah perbatasan akan menjadi bagian pengalaman yang sangat berkesan.

Papua Nugini menjadi pilihan destinasi impian karena negara ini belum banyak gaungnya dalam bidang pariwisata. Selama ini ketika saya menginjakkan kaki di tempat yang tersembunyi, saya selalu menemukan keunikan dan kebahagiaan tersendiri. Entah pasir yang lebih putih atau penduduk yang ramah menyuguhkan kopi. Apa yaa yang akan saya temukan di Papua Nugini nantinya.

 good bye and see you another day Doc: detak.co

Menurut situs travelling yang saya baca. Dari bandara Jayapura, kita memerlukan waktu sekitar 2 jam  untuk sampai di Papua Nugini. Mobil/ bus yang kita kendarai tidak dapat memasuki Papua Nugini, jelas saja karena kita sudah memasuki negara lain. Gapura selamat datang berdiri kokoh memisahkan tanah teritori NKRI dan Papua Nugini.  "Good Bye and see you another day" demikian slogan yang tertulis.

Berikut adalah beberapa harapan yang ingin saya lakukan ketika bisa sambang Papua Nugini: pertama, saya ingin tau, bagaimana rasanya melintasi Negara tanpa paspor, 300 M dari gerbang perbatasan kita diperbolehkan berlalu lalang tanpa paspor, kecuali jika kita hendak menginap di ibukotanya Port-Moresby. 

Selanjutnya adalah bermain Air! yeiiy....
Pantai dan wisata air di papua nugini masih asri serta banyak spot Snorkling, scuba diving. Hal ini karena Papua Nugini termasuk daerah jajaran oseania. sebut saja Teluk Kimbe pemilik pemandangan indah berlatar langit dan air biru tenang. Saking indahnya, saat ini sudah banyak balai dan komunitas pelestari,  teluk kimbe. 
Teluk kimbe-Papua Nugini

Dan bila waktu berkunjungnya tidak sebentar, saya ingin mengunjungi sekolah yang ada di Papua Nugini, bertemu teman teman kecil lalu berbagi keseruan tepuk tangan, atau bahkan saling bertukar jajanan. Karena menurut saya, tidak bisa dipungkiri bahwa binar mata anak anak sekolah selalu mengisaratkan aura agar kita kembali datang. tatapan anak anak selalu hangat.
.
Finally.. destinasi impian kalian apa nih? share di kolom komentar ya..
teruntuk para pembaca, terima kasih banyak sudah berkunjung, semoga kita bisa mengunjungi dan berkeliling di bumi Tuhan yang sangat luas. Amiin lana Al fatihah :)

No comments:

Post a Comment