::HELLOMAHESI- BEAUTY BLOGGER::

INDONESIA BEAUTY, FOOD, TRAVEL BLOGGER

Monday, September 9, 2019

Membingkai kembali kenangan zaman cilik yang terserak bagian 1



Siapa disini yang lahir dari kandungan langsung pergi lari lari? atau tiba tiba hadir aja di dunia? hmmm saya rasa tidak mungkin ya bagi manusia biasa karena Sejatinya manusia tidak pernah berhenti berproses, kehidupan yang Tuhan anugrahkan ini dimulai pada tanggal 19 juni 23 tahun yang lalu, tak terasa sudah puluhan tahun saya berkelana. Meski begitu, beberapa memori masa kecil masih tersimpan rapi, dan sewaktu waktu bisa "kelingan" lagi. sebagaimana yang saya rasakan sekarang ini. Mungkin jika frame masa lalu itu saya ceritakan secara beruntun, bisa jadi buku setebal kitab suci. Ah! tapi tidaklaah... saya tidak sedang menulis biografi.

Seperti biasa, rumah saya tidak pernah lenggang. Memiliki rumah di samping jalan raya membuat telinga senantiasa berdesing, debu yang tidak pernah surut, serta dedaunan berlapis debu menghitam. beragam kendaraan juga selalu lalu lalang di depan rumah, Weeeeeeeng! Braaak! bahkan kecelakaan juga sering terjadi. Pernah suatu hari, kami (saya, bapak, dan ibuk) asik bercengkramah di kamar depan, tiba tiba suara dentuman tabrak terjadi pas di depan rumah. kami terkedjod pastinya. Ibuk yang berprofesi bidan biasanya langsung tanggap, memberi korban segelas air bahkan menjahit dahi. 

Ngomongin bu bidan, Saya sempat menjadi asistennya lhoo *emot kacamata sok keren mueheheh
Ibuk bekerja di salah satu puskesmas kota santri. yaaah.. selayaknya para bidan lain, ibuk juga membuka Praktek kesehatan di rumah sendiri. Kala itu umur saya masih terbilang belia, masih murid kelas 2 atau 3 SD gitu, dasar bocah keutjill penuh kekepoan, kalau ada pasien praktek bersalin, saya tak segan nyelonong masuk ruangan ibu hamil dan berakhir dengan ujaran ibuk:
"Nduk ojo rene, engko ae pas ngedusi bayi" (nduk jangan kesini, nanti aja pas memandikan bayi)
me and mom ibuk bidan kesayangan-, like mother like sisturr
Rahna kecil melengos kesal. tetapi ibuk kembali memanggil jika waktu memandikan bayi. Alhasil masa kecil saya familiar dengan tangisan bayi, gurita bayi, jarik, popok, canting dsbg. Tidak jarang ibuk meminta bantuan untuk membuatkan teh manis, mungkin inilah cara ibuk berbagi bahagia pada anak anaknya, setiap gelas teh manis, saya akan diberi uang saku Rp.1500,- Mengingat harga jajan era 2000 masih berkisar 100 rupiah, bagi murid SD, uang itu cukup untuk nabung plus belanja jajan, benar begitu?

Oh iya! Bisa dibilang sejak kecil saya adalah anak yang aktif barangkali hiperaktif, ibuk bapak suka was was setiap kali membawa saya berbelanja, karena satu kejadian dimana saya pernah asal mengambil barang barang toko yang saya suka, lalu saya masukkan keranjang. Ibuk baru sadar kenapa belanjaan makin banyak ketika akan bayar di kasir. Mungkin ibuk tidak habis pikir dengan kejahilan saya, barang tersebut tidak dibeli tapi ibuk meminta saya mengembalikan lagi ketempatnya.
"Ayo balekno nggone!" (ayo kembalikan ke tempat semula)"

Melihat foto foto lama berasa naik mesin waktu, foto ini membuat saya teringat bahwa saya pernah ikut lomba nari, ya kariiim MENARI! WHAATS?! sekarang kemana kemampuan itu pergi? hahahah, kalau tidak salah lombanya di Pendopo Kab. jombang mewakili TK Pertiwi, sampai sekarang bapak kalo lihat foto ini selalu menggoda: "nek foto mlirik motone" sembari tergelak. Saya pernah juga meramaikan pidato Bahasa Inggris di MI. Bu Guru menunjuk tiga orang murid untuk mengisi pidato bahasa Inggris di sekolah. waktu itu belum bisa membaca teks Bahasa inggris, alhasil ibuk dan guru sekolah menulis cara baca di setiap kata semisal: hororable = onorabel , happy +hepi dst

 
Seorang anak ditemukan mecicil lelah setelah lomba menari

Nostalgia masa kecil memang sangat menyenangkan, apalagi punya foto dokumentasi,  suka nyesel uring uringan sendiri kalau moment bagus tidak diabadikan, sebenarnya masih banyak keseruan masa kecil saya, entah itu yang jatuh masuk selokan ketika belajar naik sepeda, memakan bunga kamboja, dolanan masak masakan, princess princessan, makan isi pencil, hadeeeh sampe pernah make up pake krayon dan pensil warna LYRA.

dan maaasiih banyak lagi. tetapi cukup sekian postingan kali ini, kalau kalian punya kenangan masa kecil, yuk saling berbagi cerita, setiap orang punya kisah unik sendiri dalam kehidupannya, sayang jika hanya dinikmati sendiri, so gusys, speak Up! spread happiness! bai bai :)

Salam dari kami Rahna dan Pak Rukun, bai bai!

8 comments:

  1. Seru kali...dari kecil udahbfamiliar dengan tangisan baby. Cute pula pas waktu kecil ya ������

    ReplyDelete
  2. Ahahaha.. iya kak soalnya ibuk saya bidan lah sering ada pasien di rumah.. itu pas masa kecil gendut kak sampe sekarang.. anyways terima kasih telah berkunjung.. salam kenal kak hanila

    ReplyDelete
  3. Wajah keren kali masa kecilnya.. heuheuu

    ReplyDelete
  4. Baca smpe senyum ketawa2 sendiri....campur terharu sma Nana kecil ehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terharu kok beda gitu yaa sama masa kecilnya.. anywaays.. terima kasih sudah berkunjung

      Delete
  5. Sumpah d foto pertama beneran kayak kakak adik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahahah.. maksudnya kakak beradik sama bu bidan? Ya laaah mamake

      Delete