::HELLOMAHESI- BEAUTY BLOGGER::

INDONESIA BEAUTY, FOOD, TRAVEL BLOGGER

Wednesday, September 18, 2019

,

Jalan jalan menjadi kegiatan melepas penat yang menurut saya wajib dilakukan. Karena, rutinitas harian, hiruk pikuk kesibukan, ocehan orang yang tidak sengaja terdengar sungguh mempengaruhi kesehatan jiwa raga kita sebagai manusia. Saya pribadi membagi kegiatan jalan jalan menjadi 2 macam, yaitu: Metime rutinan serta dulin adoh. Metime rutinan adalah kegiatan jalan jalan ringan yang tidak membutuhkan banyak tagihan seperti: berenang, jalan jalan di Mall—serius!jalan jalan aja g perlu borong semua, yaaaah… kalau ada rezeki ya boleh lah beli mikap hahahah— atau senam dilanjut maskeran. Pokoknya metime rutinan  ini ampuh buat menghilangkan penat setelah seharian beraktifitas.

berbeda dengan dulin adoh, jalan jalan yang satu ini bisa dibilang sudah direncanakan jauh jauh hari baik destinasinya, budgetnya, teman temannya, akomodasi dll. Dan buat kalian para pecinta travelling pasti punya dong destinasi wisata impian *emot ketawa. Suatu kali saya terperanggah dengan ujaran salah seorang teman ”pokok e aku kudu nang raja ampat sak durunge rabi ambek kanca kancaku” (pokoknya, saya harus bisa pergi ke Raja Ampat sebelum menikah bareng sama teman temanku). Weeh..boleh juga nih impiannya pikirku. Semua orang bebas menentukan impiannya, termasuk kita kan?

Sejak dulu saya sangat exited dengan destinasi baru plus ragam budayanya. Suatu hari kalau saya mempunyai kesempatan dulin adoh lagi, saya berharap bisa naik pesawat ke daerah jauh ujung timur Indonesia, tentu saja! Merauke sampai Papua Nugini. Saya kira menelisik daerah daerah perbatasan akan menjadi bagian pengalaman yang sangat berkesan.

Papua Nugini menjadi pilihan destinasi impian karena negara ini belum banyak gaungnya dalam bidang pariwisata. Selama ini ketika saya menginjakkan kaki di tempat yang tersembunyi, saya selalu menemukan keunikan dan kebahagiaan tersendiri. Entah pasir yang lebih putih atau penduduk yang ramah menyuguhkan kopi. Apa yaa yang akan saya temukan di Papua Nugini nantinya.

 good bye and see you another day Doc: detak.co

Menurut situs travelling yang saya baca. Dari bandara Jayapura, kita memerlukan waktu sekitar 2 jam  untuk sampai di Papua Nugini. Mobil/ bus yang kita kendarai tidak dapat memasuki Papua Nugini, jelas saja karena kita sudah memasuki negara lain. Gapura selamat datang berdiri kokoh memisahkan tanah teritori NKRI dan Papua Nugini.  "Good Bye and see you another day" demikian slogan yang tertulis.

Berikut adalah beberapa harapan yang ingin saya lakukan ketika bisa sambang Papua Nugini: pertama, saya ingin tau, bagaimana rasanya melintasi Negara tanpa paspor, 300 M dari gerbang perbatasan kita diperbolehkan berlalu lalang tanpa paspor, kecuali jika kita hendak menginap di ibukotanya Port-Moresby. 

Selanjutnya adalah bermain Air! yeiiy....
Pantai dan wisata air di papua nugini masih asri serta banyak spot Snorkling, scuba diving. Hal ini karena Papua Nugini termasuk daerah jajaran oseania. sebut saja Teluk Kimbe pemilik pemandangan indah berlatar langit dan air biru tenang. Saking indahnya, saat ini sudah banyak balai dan komunitas pelestari,  teluk kimbe. 
Teluk kimbe-Papua Nugini

Dan bila waktu berkunjungnya tidak sebentar, saya ingin mengunjungi sekolah yang ada di Papua Nugini, bertemu teman teman kecil lalu berbagi keseruan tepuk tangan, atau bahkan saling bertukar jajanan. Karena menurut saya, tidak bisa dipungkiri bahwa binar mata anak anak sekolah selalu mengisaratkan aura agar kita kembali datang. tatapan anak anak selalu hangat.
.
Finally.. destinasi impian kalian apa nih? share di kolom komentar ya..
teruntuk para pembaca, terima kasih banyak sudah berkunjung, semoga kita bisa mengunjungi dan berkeliling di bumi Tuhan yang sangat luas. Amiin lana Al fatihah :)

Monday, September 16, 2019

,

Salah satu hal yang paling saya gemari adalah mendengarkan cerita dari para pendahulu, bapak, ibuk, tak terkecuali embah. Apalagi kisah yang berkaitan tentang: pertemuan pertama mereka, masa kecil, hantu hantuan, mitos tanah jawa, primbon, wayang juga perjuangan melawan penjajah. Entah kenapa, saya kagum dengan keajaiban yang ada. Beberapa fragmen keasyikan dan kenangan yang mereka ceritakan tidak sempat saya rasakan, semisal ibuk membuat “gudir-gudiran” (agar agar bening warna pink) dari kulit buah jambu bali dan sabun cuci, katanya bisa betulan jadi agar agar. Sayang, produk sabun cucinya saja sudah tak rupa. 

Atau kisah embah putri (saya biasa memanggil beliau emak) yang pernah hidup di masa transisi penjajah belanda dan jepang. Menurut cerita emak, dulu masyarakat sering membuat persembunyian dari galian tanah, penutupnya berasal dari bambu berbalur daun rambat. “mak nate ndelik mriku?”(mak pernah sembunyi disitu) tanyaku
Beliau tergelak “yo kabeh tau, Cuma slamet teko bom, kecipratan ae, iki bekase” (Ya semua pernah sembunyi, bedanya—mak—selamat dari ledakan bom, hanya terciprat sedikit, ini bekasnya) sembari menunjukkan lekukan daging di kaki “cuil” rupanya. 
Ratu Helmina, Doc: Wikipedia
Biyen nduk kene enek ratu, jenenge ratu helmina yo wong londo” (Dulu, disini—daerah perak jombang—ada seorang ratu, namanya ratu helmina orang belanda). Saya mengumpulkan beberapa informasi terkait ratu helmina, beliau adalah pewaris satu satunya raja belanja, bisa disimpulkan emak hidup di masa beliau, konon katanya sang ratu juga jatuh hati pada Raja Indonesia lhoo. Emak juga pernah menjadi buruh masak orang cina, tak heran ketika beliau mendirikan warung kopi, tersedia banyak kudapan lain, selaksa: ketan sambel, ketan bubuk, gorengan. Tak abai warung emakpun selalu ramai.
“lah sampean bagian opo buk?” (lah ibuk membantu emak bagian apa?) tolehku pada ibuk
“aku? Yo sembarang kalir, mesusi ketan, meresi santen, godok banyu uakeeh” (aku? Ya semuanya macem macem, mencuci beras ketan, memeras santan, merebus air, ya banyak)
Tak kalah menarik, cerita bapak waktu perang di timor-timor, oh iya! Bapak merupakan seorang purnawirawan TNI AD yang bertugas di masa presiden Soeharto. Kata bapak, Tentara dulu dan zaman now sungguh berbeda. Dulu, tentara memiliki kekuatan lebih dan menjadi stake holder pemerintahan. Hal ini tak lepas dari jasa pahlawan Nasional kita Bapak Abdul Haris Nasution yang mencetuskan dwifungsi ABRI. Dwifungsi adalah gagasan yang diterapkan oleh Pemerintahan Orde Baru yang menyebutkan bahwa TNI memiliki dua tugas, yaitu pertama menjaga keamanan dan ketertiban negara dan kedua memegang kekuasaan dan mengatur negara. Dwifungsi sekaligus digunakan untuk membenarkan militer dalam meningkatkan pengaruhnya di pemerintahan Indonesia, termasuk kursi di parlemen hanya untuk militer, dan berada di posisi teratas dalam pelayanan publik nasional secara permanen.   Bapak mendapat tugas untuk mendamaikan kerusuhan di daerah timor timor—sisa sisa ricuh pisah negara— 

Abdul Haris Nasution, Doc: wikipedia
“pak nek perang aduse piye” (pak kalo perang mandinya gimana?)
“perang kok adus, yo ditembak musuh e, tentara perang ero banyu langsung njegur sak klambi klambine” (perang kok mandi, ya ditembak musuh, tentara kalo lihat air pas perang langsung nyebur sebaju bajunya) Sampai sekarang jika saya QTime dengan mereka saya selalu mengharap kisah.

Bisa dibilang pengalaman bapak adalah sekelumit bagian dari perjuangan memerdekakan dan mengamankan Indonesia, 54 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 oktober 1965, seorang pemuda tengah terluka, pergelangan kakinya patah, pakaian yang dikenakan juga masih bersimpah darah, Kehilangan dua kekasih  di malam yang sama. Beliau adalah Abdul haris Nasution, seorang jendral besar TNI yang lahir pada tanggal 3 desember 1918, Salah satu anggota militer yang menjadi incaran kebengisan Gerakan 30 September PKI/ G30SPKI.
Tanggal 30 september 1965, PKI berencana menculik 7 perwira TNI yang diduga anti komunis, salah satunya adalah pak Nas, kala itu beliau sedang beristirahat di kediamannya, letnan Doel Arif pemimpin G30SPKI mendatangi kediaman pak nas dengan 4 truk dan 2 mobil militer. Pos penjaga kediaman pak nas juga tidak curiga melihat mobil tersebut karena masih milik tentara. Letnan Doel arif berhasil menguasai pos penjaga dan 15 tentara memasuki kediaman pak nas.

Rekam kejadian G30SPKI berbentuk Diorama, Doc: grid.id
Istri pak nas terjaga setelah mendengar pintu dibuka paksa, sembari memeriksa sekitar, beliau melihat pasukan cakrabirawa—pasukan penjaga presiden, sekarang paspampers—mengusung pistol dan siap menembak. Nyonya nasution panik, berteriak memberi tahu pak Nas, belum sempat memeriksa, tembakan demi tembakan sudah mengarah ke kamar tidur mereka, menghancurkan pintu bawah, membangunkan seisi rumah. Pak Nas berhasil menyelamatkan diri lewat pintu samping, berlari ke halaman belakang lalu memanjat pagar untuk berlindung di kedutaan irak, alhasil pergelangan kaki beliau patah.
Sementara di lain tempat, seorang anak kecil tidak berdosa menjadi sasaran peluru pasukan cakrabirawa. Ade Irma Suryani, putri bungsu pak nas yang masih berumur 5 tahun mendapat 3 peluru bersarang di punggunnya. Irma ditembak dalam gendongan adik pak nas. Kejadian ini dapat dikenang serta dipelajari jejaknya di Museum Sasmitaloka, ada reka kejadian berbentuk patung diorama termasuk diorama pahlawan kecil kita Ade Irma Suryani. Lahum Al-Fatihah...  

  1. Beberapa hal yang membuat saya tetap bergeming dan memilih beliau sebagai pahlawan idola adalah, sikap kepemimpinan dari Pak Anas, meski menjadi panglima tertinggi TNI AD pada masa orde baru, beliau tidak semena mena bahkan turut bahu rekso berjuang demi Indonesia. Pak anas bahkan mengabadikan pengalam perang gerilya dalm sebuah buku berjudul "pokok pokok gerilya"
  2. Kejadian G30SPKI berdekatan dengan tanggal kelahiran pahlawan saya (bapak) tulisan ini juga saya persembahkan untuk bapak. seseorang yang terlahir selepas kejadian bersejarah. 1 oktober pak anas terluka, patah pergelangan kakinya, 2 oktober bapak lahir di dunia. teruntuk semua pahlawan kalian, lelaki terbaik kalian lahum Alfatihah :

mungkin sampai sini, kisah pak nas pun juga kisah pak rukun. semoga bisa berlanjut di tilisan rahna yang lain.. terima kasih sudah berkunjung dan Salam Bahagia

     -Rahna Mahesi Retnani-

Monday, September 9, 2019

,


Siapa disini yang lahir dari kandungan langsung pergi lari lari? atau tiba tiba hadir aja di dunia? hmmm saya rasa tidak mungkin ya bagi manusia biasa karena Sejatinya manusia tidak pernah berhenti berproses, kehidupan yang Tuhan anugrahkan ini dimulai pada tanggal 19 juni 23 tahun yang lalu, tak terasa sudah puluhan tahun saya berkelana. Meski begitu, beberapa memori masa kecil masih tersimpan rapi, dan sewaktu waktu bisa "kelingan" lagi. sebagaimana yang saya rasakan sekarang ini. Mungkin jika frame masa lalu itu saya ceritakan secara beruntun, bisa jadi buku setebal kitab suci. Ah! tapi tidaklaah... saya tidak sedang menulis biografi.

Seperti biasa, rumah saya tidak pernah lenggang. Memiliki rumah di samping jalan raya membuat telinga senantiasa berdesing, debu yang tidak pernah surut, serta dedaunan berlapis debu menghitam. beragam kendaraan juga selalu lalu lalang di depan rumah, Weeeeeeeng! Braaak! bahkan kecelakaan juga sering terjadi. Pernah suatu hari, kami (saya, bapak, dan ibuk) asik bercengkramah di kamar depan, tiba tiba suara dentuman tabrak terjadi pas di depan rumah. kami terkedjod pastinya. Ibuk yang berprofesi bidan biasanya langsung tanggap, memberi korban segelas air bahkan menjahit dahi. 

Ngomongin bu bidan, Saya sempat menjadi asistennya lhoo *emot kacamata sok keren mueheheh
Ibuk bekerja di salah satu puskesmas kota santri. yaaah.. selayaknya para bidan lain, ibuk juga membuka Praktek kesehatan di rumah sendiri. Kala itu umur saya masih terbilang belia, masih murid kelas 2 atau 3 SD gitu, dasar bocah keutjill penuh kekepoan, kalau ada pasien praktek bersalin, saya tak segan nyelonong masuk ruangan ibu hamil dan berakhir dengan ujaran ibuk:
"Nduk ojo rene, engko ae pas ngedusi bayi" (nduk jangan kesini, nanti aja pas memandikan bayi)
me and mom ibuk bidan kesayangan-, like mother like sisturr
Rahna kecil melengos kesal. tetapi ibuk kembali memanggil jika waktu memandikan bayi. Alhasil masa kecil saya familiar dengan tangisan bayi, gurita bayi, jarik, popok, canting dsbg. Tidak jarang ibuk meminta bantuan untuk membuatkan teh manis, mungkin inilah cara ibuk berbagi bahagia pada anak anaknya, setiap gelas teh manis, saya akan diberi uang saku Rp.1500,- Mengingat harga jajan era 2000 masih berkisar 100 rupiah, bagi murid SD, uang itu cukup untuk nabung plus belanja jajan, benar begitu?

Oh iya! Bisa dibilang sejak kecil saya adalah anak yang aktif barangkali hiperaktif, ibuk bapak suka was was setiap kali membawa saya berbelanja, karena satu kejadian dimana saya pernah asal mengambil barang barang toko yang saya suka, lalu saya masukkan keranjang. Ibuk baru sadar kenapa belanjaan makin banyak ketika akan bayar di kasir. Mungkin ibuk tidak habis pikir dengan kejahilan saya, barang tersebut tidak dibeli tapi ibuk meminta saya mengembalikan lagi ketempatnya.
"Ayo balekno nggone!" (ayo kembalikan ke tempat semula)"

Melihat foto foto lama berasa naik mesin waktu, foto ini membuat saya teringat bahwa saya pernah ikut lomba nari, ya kariiim MENARI! WHAATS?! sekarang kemana kemampuan itu pergi? hahahah, kalau tidak salah lombanya di Pendopo Kab. jombang mewakili TK Pertiwi, sampai sekarang bapak kalo lihat foto ini selalu menggoda: "nek foto mlirik motone" sembari tergelak. Saya pernah juga meramaikan pidato Bahasa Inggris di MI. Bu Guru menunjuk tiga orang murid untuk mengisi pidato bahasa Inggris di sekolah. waktu itu belum bisa membaca teks Bahasa inggris, alhasil ibuk dan guru sekolah menulis cara baca di setiap kata semisal: hororable = onorabel , happy +hepi dst

 
Seorang anak ditemukan mecicil lelah setelah lomba menari

Nostalgia masa kecil memang sangat menyenangkan, apalagi punya foto dokumentasi,  suka nyesel uring uringan sendiri kalau moment bagus tidak diabadikan, sebenarnya masih banyak keseruan masa kecil saya, entah itu yang jatuh masuk selokan ketika belajar naik sepeda, memakan bunga kamboja, dolanan masak masakan, princess princessan, makan isi pencil, hadeeeh sampe pernah make up pake krayon dan pensil warna LYRA.

dan maaasiih banyak lagi. tetapi cukup sekian postingan kali ini, kalau kalian punya kenangan masa kecil, yuk saling berbagi cerita, setiap orang punya kisah unik sendiri dalam kehidupannya, sayang jika hanya dinikmati sendiri, so gusys, speak Up! spread happiness! bai bai :)

Salam dari kami Rahna dan Pak Rukun, bai bai!

Sunday, September 1, 2019

,

Kenangan masa menuntut ilmu menjadi bagian perjalanan hidup yang tidak bisa tergantikan, terutama masa “mondok” dan kuliah. Saya terlahir di kota santri, pernah menuntut ilmu di  daerah pemilik benteng pendem dan mengenyam bangku kuliah di Kota apel. Berkelana tiga tahun lebih di Malang berujung pada banyak  gambar pengalaman hidup yang sepertinya menarik untuk dijadikan kolase. Mulai dari kebahagiaan, empati, arti sahabat, komunitas baru, sampai kehilangan, patah hati lalu caranya bangkit kembali.

Saya masih mengingat ekspresi kebahagiaan bapak ibuk kala salah satu perguruan tinggi Kota Apel menerima saya menjadi mahasiswanya. Kebahagiaan itu berbuah gawai dan  laptop baru. Tidak banyak merek laptop yang saya cari tahu. Maklum! 7 tahun “mondok” tanpa tegnologi mempengaruhi kepribadian saya yang “nerimo ing pandhum” (menerima/ ridha dengan semua pemberian). Satu pesan saya waktu itu “pokok e iso gawe ngedit” (yang penting bisa buat edit foto/ video). Singkat cerita, Saya dan Bapak membeli laptop merek ASUS, “pokok e laptop yo ASUS” sesumbar bapak waktu di toko komputer.
   
 Laptop itu saya beri nama “Blue”. Perawakannya biru dongker mengkilap, dengan tulisan ASUS warna silver. Blue menemani hari hari saya, berkatnya saya sangat terbantu ketika menjadi bagian PUBDEKDOK(publikasi, dekorasi, dokumentasi) di event nasional Festival Jazirah Arab. Belajar editing pertama kali ya bareng Blue, makalah kuliah pertama ya ada di Blue. Meski tidak ringan, Blue juga saya bawa ke Jakarta untuk memudahkan pencarian materi Debat Bahasa Arab. Setahun sudah Blue menemani saya. Sampai suatu hari Si Blue Raib. Malam raibnya Si Blue, saya belajar dan mempersiapkan materi lomba Debat Bahasa Arab untuk event di UIN Bandung. Jam 10 malam saya tidur, jam 3 pagi saya sudah tidak lagi mendapati Blue. Pagiku, kacauku!

Si Blue ternyata ASUS A455L
Kehilangan benda berharga plus kesayangan membuat saya sempat putus asa dengan impian,  semester 3-4 kuliah, saya lewati tanpa laptop, bisa kebayang kuliah tanpa laptop? Hambar? Jelas!.. bingung? Otomatis! Yang lebih menyiksa ga bisa ngedit dan dapetin aplikasi keren! Melihat kawan kawan lain berkarya, edit video, melakukan banyak hal, terlebih semester 4 itu ada mata kuliah aplikasi Maktabah Syameela—aplikasi penyimpan ribuan kitab arab, tafsir, ilmu kebahasaan—yang keren banget. Dan ya! saya tidak punya dongs! Wkkwkw. Untung ada sahabatku, dia selalu berbagi laptop, ngiler juga si lihat laptopnya, ASUS tapi Touchscreen. “Sabaaar” ujar batinku.
    
Satu tahun terahir(2018-2019), saya tidak lagi ditemani ASUS, saya sudah benar benar move on dari ASUS. (Baca: soalnya, ga punya, pissss!) Meski begitu, laptop yang sekarang menemaniku berhasil mempertemukan kembali bahkan mengungkit kenangan manis akan mantanku Blue. Bagaimana tidak! Selama saya vakum berASUS. Brand ini tak henti berinovasi. Saya dibuat tercengang dengan inovasi terbarunya, yaps! ASUS VivoBook Ultra A412F. Tepatnya pada bulan juni 2019 lalu, ASUS meluncurkan 2 produk elektronik terbaru yaitu ASUS VivoBook Ultra A412F. Dan di ulang tahunnya yang ke 30 ASUS mengunjungi berbagai kota besar untuk berbagi kabar bahagia tak terkecuali Bumi Arema.

ASUS VivoBook Ultra A412F
Malang, 24 Agustus 2019 – Mengusung gelar “world’s smallest colorfull 14-inch ultrabook” ASUS VivoBook Ultra A412F menjadi solusi bagi kesibukan penggunanya. Laptop 14 inch yang biasanya berbodi jumbo, tebal nan berat, kini berhasil diringkas menjadi ramping, slim dan ringan dibawa kemanapun. Bahkan perangkat ini lebih tipis dari telapak tangan manusia guys! Saking tipis dan fleksibelnya, ASUS VivoBook Ultra A412F tidak lagi dinamai Laptop atau notebook tapi Ultrabook.
Pengembang perangkat ini memang melihat dan pasti merasakan bagaimana riweh nya menggotong laptop tebal dan berat, belum ranselnya kan? Hadeeeh pasti merepotkan serepot kenangan mantan.
   
 Memangkas desain bukan berarti memangkas kualitas dan performanya dongs! Performa ASUS VivoBook Ultra A412F tidak bisa diremehkan. Banyak sekali fitur premium yang belum dimiliki perangkat lain. Beberapa diantaranya adalah
  1.  Fitur Finger print- Say Good Bye to Sandi, dan keyword. Fitur ini menjamin keamanan penggunanya, cara penggunaannya adalah mengintegrasikan fitur finger print dengan windows Hello. masuk ke dalam akun Windows 10 di Vivobook Ultra A412 tidak perlu mengetikkan password, Tidak perlu repot repot hafalan sandi cukup tempelkan sidik jari terdaftar. 
    Tampilan Windows Hello
  2.  Fitur Ergolift Design.  Ketika kita membuka layar ASUS VivoBook Ultra A412F, bagian utama laptop akan sedikit terangkat sehingga, membentuk rongga di bawah laptop dan membantu sistem pendingin ASUS VivoBook Ultra A412F bekerja lebih maksimal, membuat kinerja hardmare semakin mantap!
    Ergolift design, membuat badan ultrabook sedikit terangkat
  3.  Backlight Keybord dan 1,3 mm key Travel. Sayangi mata, sayangi ASUS VivoBook Ultra A412F. Bekerja ditempat redup bukan lagi kendala yang berarti jika kita menggunakan ASUS VivoBook Ultra A412F. Pasalnya ultrabook ini dilengkapi dengan backlight keyboard yaitu lampu bersinar di bawah keyboard. Warna lampunya senada dengan warna ultrabooknya loo.

Banyaknya pilihan warna menjadikan ultrabook ini pas jika dinobatkan sebagai Ultrabook paling berwarna dan paling kecil di dunia. Ada 4 pilihan warna yaitu: Transparent Silver, Slate Grey, Peacock Blue, Coral Crush. buat saya Peacock Blue yang paling menarik hati, dia gradasi antara biru, ungu agak hijau cantik gitu, desain ini terinspirasi dari ekor merak yang mewah guys. Huwaaa keinget blue :(

Untuk lebih lengkapnya Berikut adalah Spesifikasi lengkap ASUS VivoBook Ultra A412F ya:

Gaharnya kualitas ASUS VivoBook Ultra A412F bisa dilihat dari spesifikasi di atas. Kombinasi hardware terkini: prosesor Intel Core generasi ke-8, VivoBook Ultra A412 merupakan salah satu ultrabook mungil yang paling gesit yang ada saat ini. Varian tertingginya yang menggunakan Intel Core i7-8565U mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan hingga 4,6GHz. Hz ini yang membuat ASUS VivoBook Ultra A412F mampu melakukan dual task, banyak aplikasi yang dijalankan secara bersamaan ASUS VivoBook Ultra A412F tetap gesit anti lemot!
Ah iya! Saya hampir lupa, Kunjungan ASUS yang diadakan di Atria Hotel kota Malang berlangsung seru dan bermanfaat, para pemateri menyampaikan pembahasan dengan jelas lagi mudah dipahami. Selain ilmu yang yang bermanfaat, photo challenge yang diadakan juga menambah keseruan sore itu. 15 foto terbaik mendapatkan hadiah penyemangat dari ASUS Indonesia.  Awalnya saya minder ketika mengikuti photochallenge ini, ya lah! Para hadirin terdiri dari rekan media kota Malang, para Blogger pro dan content creator terbaik. Kepribadian saya yang “nerimo ing pandhum” sudah sangat bersukur bisa mengikuti dan meramaikan tour ASUS ini.

kak Riandanum pemateri ASUS ID membagikan hadiah kepada penjawab pertanyaan

Saat pengumuman 10 besar foto terbaik tidak ada foto saya guys! Semacam “ya sudahlah” tapi sayup terdengar mbak mbak dibelakang saya “masih ada lagi, tenang”. Pikiranku saat itu: “5 besar terbaik kok baik banget ya, biar wis”. Ternyata tidak disangka foto ini menjadi pilihan kedua! (mau bilang juara ko yaaa.. amit sewu!) Waaaaaw! I’m so happy! Terima kasih banyak kak marisa, kak riandanum dan kak emmet yang sudah berbagi bahagia di Kota Dingin ini.
Overall, ASUS VivoBook Ultra A412F sedikit banyak mengulik kenangan akan Blue, mantan laptopku yang dulu. Bedanya Blue masih gendut dan ASUS VivoBook Ultra A412F sudah makin ramping lagi kualitas terbaik! Buat temen temen para mahasiswa, pekerja sosial, admin olsop content creator ASUS VivoBook Ultra A412F menjadi gear tempur yang anti ngelag!
So happy to get this reward, thank you everyone!

happy face when you get voucher, thank you ASUS!
Terima Kasih sudah membaca sampai sini, sampai ketemu di postingan selanjutnya! Jangan lupa juga ASUS VivoBook Ultra A412F pilihan ultrabook terbaik! Bai bai