::HELLOMAHESI- BEAUTY BLOGGER::

INDONESIA BEAUTY, FOOD, TRAVEL BLOGGER

Wednesday, July 24, 2019

Masjid Jogokariyan Yogyakarta 2019, fisik sederhana, pengelolaan luar biasa (Menyusuri keberkahan Al Quran di Yogyakarta part 1)


Assalamualaikum teman teman
Semoga postingan ini bermanfaat, amiin
    Saat ini saya adalah santri PPTQ Oemah Al Qur’an Malang. Rihlah Quraniyah adalah salah satu agenda tahunan dimana seluruh santri akan berkunjung ke tempat tempat bersejarah Islami. Dan tentu saja Yogyakarta menjadi pilihannya. Sampai saat ini Yogyakarta menjadi tujuan destinasi wisata yang wajib dikunjungi, apalagi mereka yang pernah menitipkan kisah hidupnya di kota ini. Malioboro, Angkringan malam, seduhan wedang uwuh, gemerlap lampu jalan seakan memanggil mereka untuk kembali pulang. Tujuan Rihlah Quraniyah ini adalah merenungi serta mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Juga memberikan motivasi agar semakin giat berinteraksi dengan Al Q ur’an.

    Destinasi pertama yang kita kunjungi adalah Masjid percontohan Nusantara yaitu Masjid Jogokaryan. Kami sampai pada pukul dua dini hari, beristirahat sampai fajar menyeruak. Selepas shalat subuh berjamaah kami diarahkan ke ruang pertemuan untuk sesi penyampaian materi. Saya takjub sekali, pengunjung studi masjid tidak hanya dari Malang, kala itu ada rombongan dari subang, jawa barat. “bagaimana bisa?” pikirku.


Sepintas jangkauan mata, masjid ini tidak terlihat seperti masjid besar pada umumnya yang dibangun megah lagi berukiran mewah. Masjid Jogokaryan sederhana fisiknya, namun cita cita, dan pengelolaannya patut menjadi Juara.  Penanggung Jawab Masjid menuturkan bahwa keberhasilan Masjid Jogokaryan berawal dari cita cita masjid yaitu: “jumlah jamaah sholat shubuh tiap harinya di masjid kita sama banyaknya dengan jumlah jamaah sholat Jumat nya”. Cita cita ini tidak terwujud secara Instan, perlu waktu bertahun tahun untuk membangun kesadaran akan pentingnya integrasi masjid pada kehidupan masyarakat. Ada tolak ukur kemakmuran masjid yang diterapkan di Masjid Jogokaryan yaitu:
1.    Berapa banyak jumlah jamaah pada sholat 5 waktu
2.    Seberapa luas masyarakat menjadikan masjid sebagai sarana beraktivitas dan merasakan kemanfaatannya
3.    Seberapa jauh masjid dapat membentuk dan membimbing masyarakatnya
Jadi, tidak diukur dari luas tanah, megah bangunan serta timbunan saldo kas Masjid. Luar biasa bukan?
Dari segi pengelolaan dana, saya dibuat takjub dengan pernyataan pemateri yang intinya, jika masjid lain berlomba untuk mengumumkan jumlah saldo akhir setelah shalat jumat. Masjid yang pernah dikunjungi Imam besar Masjidil Haram ini tidak mempermasalahkan saldonya kosong, asalkan masyaraat disekitar masjid sejahtera dan tidak miskin melarat. Hingga suatu waktu, salah satu provider telekomunikasi Indonesia memberikan bantuan berupa ATM Beras. ATM ini memungkinkan masyarakat terdaftar untuk mendapat santunan beras gratis dari Masjid Jogokaryan. Ustad Abdul Shomad, Amien Rais, Anies Baswedan adalah sebagian kecil tokoh masyarakat yang pernah berkunjung ke Masjid Jogo karyan.

Bagaimana? Menarik bukan? Jika kalian berkunjung ke Yogyakarta jangan lupakan Masjid jogokaryan ya... saya sangat menyayangkan waktu kami berkunjung hanya sebentar. Karena, kami harus melanjutkan perjalanan ke destinasi Rihlah Quraniyah selanjutnya… Jika kalian pernah berkunjung ke Masjid Ini jangan lupa beri komentar ya.. happy reading happy traveling

saya juga membuat video dokumentasinya, bisa dinikmati di Youtube @hellomahesi happy watching

No comments:

Post a Comment