::HELLOMAHESI- BEAUTY BLOGGER::

INDONESIA BEAUTY, FOOD, TRAVEL BLOGGER

Selasa, 07 Mei 2019

Stabilitas Infrastruktur Telekomunikasi sebagai Sumber Vital Kesejahteraan Nasional


Foto dokumentasi: CNN Indonesia
 
Kegiatan komunikasi menjadi aktifitas paling penting nan mendasar dalam kehidupan manusia, dimana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berkomunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara krusial, komunikasi digunakan untuk menyampaikan gagasan agar dipahami oleh orang lain. Keterbatasan kemampuan, jarak juga waktu menjadikan manusia menciptakan teknologi komunikasi jarak jauh tak terbatas yang familiar disebut sebagai telekomunikasi. Sedangkan, Infrastruktur telekomunikasi adalah struktur fisik yang mendasari jaringan komunikasi, berbentuk dan merupakan pendukung komunikasi jarak jauh[1]


Kondisi geografis dan demografis Negara Indonesia yang terdiri dari beragam pulau juga lautan, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah berikut penduduknya untuk mengadakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang stabil. Beberapa permasalahan yang kerap terjadi perihal infrastruktur telekomunikasi adalah tidak meratanya jangkauan internet di daerah pelosok Indonesia. Ketimpangan infrastruktur memang menjadi kendala yang dihadapi Indonesia dalam memacu perkembangan ekonomi digital. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Katadata Research, kecepatan sinyal internet di Jakarta bisa mencapai 7 Mbps. Namun, di luar Jawa jauh lebih rendah. Bahkan, di Papua, kecepatan mengunduh masih di bawah 1 Mbps.[2] 
 
Kendala lainnya adalah jangkauan sinyal infrastruktur telekomunikasi berupa Internet secara nasional sebesar 22,2%. Pulau Jawa memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 28,3%, selanjutnya pulau Sumatera sebesar 26,2%, lalu pulau Sulawesi sebesar 17,1%, pulau Kalimantan sebesar 16,5%, pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 16,2%, dan pulau Papua serta Maluku sebesar 14,1%. [3] Berdasarkan data tersebut, pulau Papua dan Maluku menjadi daerah dengan jangkauan internet terkecil. Sedangkan, pengguna internet terbanyak berpusat di daerah barat khususnya pulau jawa sebagai pusat pemerintahan negara.

Foto dokumentasi: www.sooperboy.com

Pembangunan Infrastruktur telekomunikasi yang merata dan menyeluruh akan menciptakan jaringan komunikasi yang stabil diseluruh negeri, implikasinya berupa kemudahan proses saling tukar menukar informasi bahkan transaksi jarak jauh yang sedang marak dewasa ini. Stabilitas telekomunikasi juga mampu meretas permasalahan kemiskinan dan meningkatkan ekonomi nasional, karena, infrastruktur merupakan penunjang kesejahteraan masyarakat. Sebagai contoh dibidang telekomunikasi seperti: muncul berbagai bentuk pasar ekonomi kreatif yang memanfaatkan aplikasi, website, dan sosial media. Sehingga, muncul berbagai pekerjaan baru khas milenial seperti: youtuber, blogger, buzzer, enthusiast, entrepreneur, web developer, dan conten creator, influencer. Semua pekerjaan mereka sangat bergantung dengan fasilitas internet yang memadai. Jika, ada seorang creator berasal dari pedalaman papua sedang daerahnya belum terakses internet dengan baik, bagaimana bisa creator tersebut mengimprovisasi keterampilannya?


Disamping itu perbedaan tarif internet yang mahal antar pulau juga pasti mempengaruhi stabilitas kesejahteraan Nasional. Bisa disimpulkan bahwa Proses pembangunan infrastruktur telekomunikasi memiliki tiga tujuan utama yaitu: perbaikan standar dan kualitas hidup masyarakat, peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan hidup yang pokok, dan perluasan pilihan-pilihan ekonomis juga sosial bagi setiap individu dan bangsa secara keseluruhan. [4] Kabar baiknya, di tahun 2019 ini Kementrian Komunikasi dan Informasi ingin memfokuskan pemerataan infrastruktur telekomunikasi tanah air, sembari memperkuat ekosistem digital sebagai solusi ketimpangan telekomunikasi nasional.


Program pemerataan infrastruktur telekomunikasi ini dilakukan dengan cara melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan proyek satelit palapa ring yaitu bangunan tol informasi dalam bentuk serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur. Sebagai informasi, Palapa Ring Tengah yang dibangun melintasi Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara itu terdiri atas kabel serat optik darat sepanjang 1.326,22 km kabel darat dan 1,787,06 km kabel laut. Proyek ini menjadikan Indonesia memiliki jaringan 4G dengan kecepatan 30 Mbps. [5]



Foto dokumentasi: Kominfo

Proyek ini melibatkan banyak pihak dalam manajemen pembangunan, penyediaan dana, serta pengundang investor. Salah satu pihak yang turut berpartisipasi pembangunan ini adalah PT SMI atau Sarana Multi Infrastruktur (persero), sebagaimana tiga pilar dedikasi Indonesia perusahaan ini bergerak dalam bidang pembiayaan dan Investasi, jasa konsultasi serta pengembangan proyek. Pada tahun 2016 lalu PT SMI menjadi bagian dari kreditur sindikasi dalam perjanjian kredit dengan PT LEN Telekomunikasi Indonesia terkait proyek Palapa Ring Tengah. Tidak hanya itu PT SMI juga memberi pengaruh positif untuk pembangunan Infrastruktur yang lain seperti menjadi fasilitator penyiapan dua proyek showcase Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS): proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta dan proyek Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan, yang membuka peluang bagi Perseroan untuk mengembangkan ragam jasanya di sektor infrastruktur. Karenanya PT SMI mendapat apresiasi luar biasa dari tokoh kenamaan Indonesia yaitu: Sri Mulyani selaku Mentri Keuangan Indonesia, Menko bidang kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Mentri Perhubungan Budi Karya Sumaidi.

Daftar Pustaka

Puslitbang PPI-Kominfo. (2014). Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi 2014. Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia: Jakarta

Grant, A. E. & Meadows, J. H. (2010). Communication Technology Update and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press

Todaro,MP., dan Smith, SC., (2006). Pembangunan Ekonomi Ed ke-9. (Terjemahan) Erlangga, Jakarta.

https://inet.detik.com/telecommunication/d-4356259/ diakses pada hari kamis, 14 Februari 2019

Majalah SWA, https://swa.co.id/swa/trends/technology/strategi-pemerintah-perluas-jangkauan-internet

Penulis: Rahna Mahesi Retnani
Bahasa dan Sastra Arab
Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang
untuk diikut sertakan dalam lomba menulis yang diselenggarakan oleh PT SMI tema yang ditulis mengenai telekomunikasi

[1] Grant, A. E. & Meadows, J. H. (2010). Communication Technology Update and Fundamentals. 12th Edition. Focal Press

[2] Majalah SWA, https://swa.co.id/swa/trends/technology/strategi-pemerintah-perluas-jangkauan-internet

[3] Puslitbang PPI-Kominfo. (2014). Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi 2014. Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia: Jakarta

[4] Todaro,MP., dan Smith, SC., (2006). Pembangunan Ekonomi Ed ke-9. (Terjemahan) Erlangga, Jakarta.

[5]https://inet.detik.com/telecommunication/d-4356259/ diakses pada hari kamis, 14 Februari 2019

2 komentar: