::HELLOMAHESI- BEAUTY BLOGGER::

INDONESIA BEAUTY, FOOD, TRAVEL BLOGGER

Jumat, 12 April 2019

Kita dan Hujan Bulan Juni karya Sapardi

Dari: diriku
Untuk: Yts. Dirimu

Hai! Apa kabar? lama tidak bersua, semoga kamu tidak(lagi) membuat trenyuh sanubari perempuan ini. izinkan aku bercerita akan sesuatu, jangan khawatir aku tidak akan lama :) 

Emmm begini, semenjak waktu itu, aku sering meluangkan waktu untuk bergulat dengan banyak buku, buku kumpulan puisi apalagi, aah! aku suka sekali,  dan kali ini buku Hujan Bulan Juni karya Sapardi sedang mengisi ruang ruang kosong sebuah dimensi yang aku sendiri tidak terlalu mengerti, sebut saja dimensi hati. 

Lembar demi lembar aku membacanya, sambil menerka, pernah "seperti ini" kah asmara harmoni?

Sebentar dulu... tetaplah disini tidak lama, 
Dari hujan bulan juni aku belajar lalu perlahan mengerti bahwa cinta adalah tentang harus memberi, tak peduli apapun, tak perlu berbalas sekalipun, kalau memang cinta akan tetap memberi.
Meskipun katamu cinta adalah transaksi, bukankah prinsip dasarnya memberikan yang terbaik agar pendatang tidak keburu pergi? 

Ah iya! Aku hampir lupa
Sayangnya, harmoni cinta mulai banyak tereduksi, banyak sekali, sampai sampai kekasih tak lagi mengenal jati diri.
Tak ada bunga, bunga BUCIN kata mereka
Tak ada kata puitis, GOMBAL katanya
Tak ada kejutan manis, DRAMA katanya
Lantas!
Bagaimana cara sebenarnya untuk mencintai? Padahal esensinya adalah "memberi"
Baah! Kasian sekali masa kini
Padahal cinta tanpa beri laksana tungku tanpa nyala api.

Sekali lagi, masih adakah yang akan kau tanyakan tentang waktu itu? barangkali kita tidak perlu menua dalam tanda tanya sampai habis semua senja..

Malang gerimis,
13 april 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar