::HELLOMAHESI- BEAUTY BLOGGER::

INDONESIA BEAUTY, FOOD, TRAVEL BLOGGER

Sunday, April 14, 2019

,
Sumber: watchdog image
Film #SexyKillers  teramat badass! Film ini berdurasi kurang lebih 1,5 jam, durasi yang pas untuk menguak fakta negeri 1-2 tahun terahir. Urgensi listrik Indonesia yang membuat batu bara dikeruk, dibakar dan dijadikan bahan bakar listrik tenaga uap. Biaya batu bara yang murah menjadi pilihan pemerintah negeri. Namun, siapa sangka pengorbanan masyarakat di daerah pertambangannya begitu miris.

Sexy killers mengemasnya begitu apik dan mempengaruhi emosi. Tidak sedikit komunitas juga instansi yang mengadakan kegiatan nonton bareng film sexy killers, jugaUlasan film sexy killers di berbagai website salah satunya adalah balebengong.id

 Mata, hati, pikiran ini seperti terbuka lebar, memunculkan opini juga kerisauan sebagai manusia awam negara ini, serta sukses membuat saya galau, pada siapa suara 17 april harus berlabuh nantinya😢

Siapa saja yang belum menonton film ini, WAJIB WAJIB nonton, bisa klik link dibawah ini
Film Sexy Killers(2019) full
Setelah itu balik sini lagi, ayo diskusi!

Disisi lain boleh ya saya berpendapat begini:
-Heran! Fakta yang sedemikian ironi begini kok tidak ditayangkan di TV. Kenapa pak pejabat RI?
-Apa PLTU ini menjadi sebab tidak ada kampanye hemat listrik (lagi).
-kalau Indonesia memang butuh banyak listrik, apa harus batu bara yang murah itu?  Namun merusak banyak kebutuhan masyarakat kecil, menghapus jerih payah, sejarah hidup bahkan mengakibatkan korban jiwa.
- saya sangat apresiasi pada pemerintah yang berusaha selalu menyediakan kebutuhan listrik, apa tidak lebih baik mengajarkan rakyat bagaimana memproduksi listrik secara mandiri, seperti : optimalisasi biolistrik dan tenaga surya. Meski biaya mahal tapi biaya tersebut sepadan dengan lestari lingkungan, siapa yang akan bertanggung jawab akan lubang lubang bekas tambang, tanah yang tiada bertumbuh, nyawa yang direngut.  Mau sampai kapan mengeruk perut ibu pertiwi? Lucu sih yang bilang "ya memang sudah nasib meninggal di sana" duuuh pak!! We have no words, hati mana hati :)

Terima kasih sebesar besarnya kepada para kru yang membuat film ini, semoga mendapat hasil terbaik dari jerih payahnya, terima kasih juga pada para pembaca yang meluangkan waktu untuk membaca tulisan hellomahesi.id

Sampai jumpa di tulisan berikutnya lagi
Salam sejahtera indonesia!

Friday, April 12, 2019

,
Dari: diriku
Untuk: Yts. Dirimu

Hai! Apa kabar? lama tidak bersua, semoga kamu tidak(lagi) membuat trenyuh sanubari perempuan ini. izinkan aku bercerita akan sesuatu, jangan khawatir aku tidak akan lama :) 

Emmm begini, semenjak waktu itu, aku sering meluangkan waktu untuk bergulat dengan banyak buku, buku kumpulan puisi apalagi, aah! aku suka sekali,  dan kali ini buku Hujan Bulan Juni karya Sapardi sedang mengisi ruang ruang kosong sebuah dimensi yang aku sendiri tidak terlalu mengerti, sebut saja dimensi hati. 

Lembar demi lembar aku membacanya, sambil menerka, pernah "seperti ini" kah asmara harmoni?

Sebentar dulu... tetaplah disini tidak lama, 
Dari hujan bulan juni aku belajar lalu perlahan mengerti bahwa cinta adalah tentang harus memberi, tak peduli apapun, tak perlu berbalas sekalipun, kalau memang cinta akan tetap memberi.
Meskipun katamu cinta adalah transaksi, bukankah prinsip dasarnya memberikan yang terbaik agar pendatang tidak keburu pergi? 

Ah iya! Aku hampir lupa
Sayangnya, harmoni cinta mulai banyak tereduksi, banyak sekali, sampai sampai kekasih tak lagi mengenal jati diri.
Tak ada bunga, bunga BUCIN kata mereka
Tak ada kata puitis, GOMBAL katanya
Tak ada kejutan manis, DRAMA katanya
Lantas!
Bagaimana cara sebenarnya untuk mencintai? Padahal esensinya adalah "memberi"
Baah! Kasian sekali masa kini
Padahal cinta tanpa beri laksana tungku tanpa nyala api.

Sekali lagi, masih adakah yang akan kau tanyakan tentang waktu itu? barangkali kita tidak perlu menua dalam tanda tanya sampai habis semua senja..

Malang gerimis,
13 april 2019